• 0728-21345
  • 03 Jun 20 09:23 AM

Secangkir Kopi Bumi Skala Benghak Kabupaten Lampung Barat

BANDARLAMPUNG--Pemerintah Kabupaten Lampung Barat adalah penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung, hal tersebut merupakan suatu kemajuan pembangunan di Lambar yang terekam dalam buku " Secangkir Kopi Bumi Skala Beghak Sejak Langkah 25 Tahun Kebangunan Lambar yang diluncurkan pada hari ini Sabtu 18/03/2017 Di Ballroom Hotel Emersia Bandar Lampung.

Acara Tersebut Di Hadiri Oleh Bupati Lampung Barat Drs. Hi Mukhlis Basri Sebagai Pencetus Buku Tersebut, Anggota DPR RI Hendriyoso Diningrat, Mantan Kapolda Lampung Yang Juga Perdana Menteri Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Ike Edwin ,Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Efrizal ,Pimpinan Umum SKH Lampost Bambang Ekawijaya, Pimpinan Redaksi Iskandar Zulkarnain.

Selain Itu Turut Hadir Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih Parosil Mabsus Dan Mat Hasnurin, Ketua DPRD Kabupaten Lambat Edi Novial S.Kom Wakil Bupati Lambar Drs. Makmur Azhari, Para Tokoh Provinsi Dan Kabupaten Serta Kepala OPD Kabupaten Lambat.

Dalam Sambutannya Bupati Lambar Drs. Mukhlis Basri menuturkan buku tersebut disusun dalam rangka ulang tahun ke-25 Kabupaten Lampung Barat. Peluncuran buku sempat tertunda karena pelaksanaan pilkada pada Februari 2017 lalu. Selain memaparkan Lambar sebagai penghasil kopi terbesar di Lampung, buku tersebut juga menceritapascagempa bumi 1994.

“Buku secangkir kopi bumi sekala brak merupakan buku yang di tulis oleh team jurnalis Lampung post bekerja sama dengan pemerintah daerah Lampung Barat. Dirinya mengapresiasi  dukungan dari seluruh pihak yang terlibat dalam  penulisan buku  yang mengulas perjanan Lampung barat sejak awal berdiri hingga menginjak usia ke 25 tahun”, Jelasnya.

Dalam pembangunannya, kata Bupati,  Lampung Barat memiliki tantangan tersendiri dengan kondisi geografis yang terletak di daerah rawan gempa. Kondisi tersebut membuat pembangunan Lampung Barat memerlukan anggaran yang lebih besar. "Kami harus mempertimbangkan ketahanan gempa jika biasanya hanya memerlukan anggaran Rp10 miliar, dengan pertimbangan gempa itu kami bisa mengeluarkan anggaran mencapai Rp15 miliar," kata dia.

"Judul buku  menjadi gambaran umum alam bumi sekala brak. Lampung barat merupakaan penyuplai  38 persen kopi di Lampung dan masuk 7 persen secara nasional. Selain itu ketika bicara sejarak, Sekala Brak adalah asal muasal Lampung Judulnya sudah pas, karena Lampung Barat adalah produsen kopi terbesar, setelah itu suka tidak suka, berdasarkan sejarah Lampung itu  berasal dari sekala brak, “ ulasnya.

Sementara pimpinan redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain mengatakan buku Secangkir Kopi Bumi Sekala Brak merupakan buku ketiga yang di tulis oleh team  jurnalis Lampung post bekerjasama dengan pemerintah daerah setelah sebelumnya menerbitkan buku universitas Lampung ( Unila) dan buku polda. “ insyallah segera menyusul buku kejaksaan dan buku cikal bakal IAIN menjadi UIN,” kata Iskandar.

Lanjut dia, buku tersebut merupakan bagian dari kerja keras jurnalis Lampung post untuk mempersembahkan karya terbaik dalam mendokumentasikan sejarah yang tercecer bagi generasi penerus. Dan berharap buku   itu menjadi bacaan bagi masyarakat untuk mengetahui perjalanan sejarah lampung barat selama kurun 25 tahun.” Kita bisa melihat bagaimana lampung barat dari awal terbentuknya, hingga melahirkan adik baru Pesisir Barat.” Ulas iskandar.

Selain itu, Lampung Barat juga memiliki kendala lainnya, yaitu anggaran belanja daerah yang masih kecil, karena pemasukan daerahnya yang minim. Hal itu disebabkan tidak adanya perusahaan besar yang berinvestasi di daerah tersebut di tengah banyak potensi yang dapat dieksplorasi, salah satunya panas bumi.

Sementara itu Ike Edwin mengatakan Lambar membutuhkan dukungan investor, pengusaha, dan pemerintah untuk meningkatkan produksi kopinya. Saat ini produksi kopi Lambar 1.200 kg/ha. Jumlah itu sudah meningkat dibandingkan sebelumnya 900 kg/ha.  "Kopi robusta adalah bagian dari cerita yang tak terpisahkan dari kehidupan Lampung Barat," ujarnya.


(Sumber di kutip dari Lampost online )
(Editor : Yuli humas pemkab)
(Foto     :  tim humas lambar)

Info Terbaru

Agenda Kegiatan

Acara Pemilihan Muli Mekhanai

Hari/Tanggal : Selasa, 24 Maret... (24 Maret 2020)

Acara Celugam Nyambai festival 2020

Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret... (21 Maret 2020)

Safari Jumat

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Pengajian Sido Makmur

Hari/Tanggal : Minggu, 22 Maret... (22 Maret 2020)

Senam Bersama

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Harga Sembako

No Nama Satuan Harga
1 Gula Putih Kg Rp. 13.000,-
2 Beras Putih Kg Rp. 11.000,-

Lokasi Strategis

Wisata Lumbok Seminung Lampung Barat

Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Danau Suoh Lampung Barat

Suka Marga, Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin Lampung Barat

Jl. Lintas Liwa - Bandar Lampung, Sekuting, Pekon Watas, Watas, Balik Bukit,...

Kantorpos Liwa

Jl. Raden Intan, Pasar Liwa, Balik Bukit, Sukamenanti, Way Mengaku, Balik...

Masjid Baiturrahim, Lampung Barat

Way Mengaku, Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Statistik Pengunjung

Pengunjung
Total Pengunjung : 598167
Pengunjung Hari Ini : 234
Kemarin : 698
Minggu Ini : 4795
Minggu Kemarin : 5208
Bulan Ini : 1564
Bulan Kemarin : 26370