22 Jul 18 09:32 AM

Pencanangan Lampung Barat Sebagai Kabupaten Literasi

Rabu 2/5/18, Gor Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu Kabupaten Lampung Barat diadakan pencanangan Lampung Barat sebagai Kabupaten Literasi sekaligus memperingati hari Pendidikan Nasional. yang diawali dengan tari sembah batin SDN1 Way Mengaku, kabaret literasi, pembacaan surat untuk pak bupati  dengan bahasa lampung dan ditulis dengan aksara lampung,  serta pembagian hadiah.

Hadir dalam acar ini deputi II Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ibu Woro Titi Haryanti, perwakilan Deputi IV Bid.  Komunikasi Politik dan Disemasi Informasi - KTR staf Presiden RI ibu Ariani Jalal,  Pj Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ibu Herlina Warganegara, Bupati Lampung Barat Bpk Hi. Parosil Mabsus beserta wakil Bupati Lampung Barat Bpk.  Drs. H. Mad Hasnurin, Unsur Forkopimda, Sekda,  Para Asisten, Staf Ahli,  dan Kepala OPD di lingkungan Kabupaten Lampung Barat, Camat,  Peratin,  Kepala Sekolah dan Siswa/i.

Bupati Lampung Barat dalam sabutan dan sekaligus meresmikan acara "di hari pendidikan nasional Kabupaten Lampung Barat memecahkan sebuah program yaitu Kabupaten Literasi, mudah-mudahan kehadiran kita di gedung Aji Saka ini satu komitmennya yaitu kita memohon keberkahan dan ridho dari Allah SWT,  sehingganya pertemuan ini bukan hanya seremonial bukan hanya sekedar upacara tetapi ini merupkan tombak sejarah bagi Kabupaten Lampung Barat untuk masa depan Kabupaten Lampung Barat dan generasi yang cerdas serta inovatif.

Harapan pak Bupati dengan diadakan Kabupaten Literasi ini bagaimana sebuah proses akan berjalan terkait semua potensi yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat yang kita cintai,  suka tidak suka kita harus mengakui kabupaten lampung barat berbeda dengan kabupaten lainnya, kita merupakan daerah industri, daerah yang merupakan hampir 60 persennya adalah hutan lindung dan juga hutan taman nasional bukit barisan selatan"ungkapnya.

Pj Gubernur Lampung dalam sambutannya yang diwakili oleh ibu Herlina Warganegara, "kita ketahui bersama bahwa untuk mengembangkan budaya Literasi adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca, membaca dan menulis merupakan kunci yang dipelukan untuk membuka jendela dunia, negara yang masyarakatnya gemar membaca cenderung memiliki peradaban yang maju, masyarakat agar gemar mambaca pemerintah provinsi lampung telah melakukan beberapa upaya, yaitu melatih program gerbang desa saburai  dengan memberikan bantuan buku, rak buku,  dan perangkat komputer untuk desa tertinggal,  bantuan perpustakaan keliling untuk dinas perpustakaan kabupaten kota se-Proivinsi Lampung, ditetapkan sebelum pelajaran dimulai siswa diberikan membaca buku diluar buku pelajaran, bimbingan teknis Pengelolaan perpustakaan desa,  perpustakaan sekolah.

Gerakan literasi ini menjadi sarana advokasi dan edukasi untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia Lampung Barat yang pada keinginannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang cerdas, inovatif,  dan berpengetahuan. Keseriusan dan komitmen tersebut juga sudah dituangkan lewat peraturan Bupati No.19 tahun 2018 semoga seluruh kabupaten kota se-Provinsi Lampung dapat mencontoh dan turut serta menjadikan daerahnya menjadi daerah literasi" tutupnya. (Andi/Kominfo)