20 Aug 18 11:35 AM

Lampung Barat Raih Reward Lagi

Hanya 11 Kepala Daerah di Indonesia.
BALIKBUKIT - Kabupaten Lampung Barat kembali meraih penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus S.Pd diwakili Pj. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Akmal Abdul Nasir, S.H., menerima penghargaan Pastika Parama dari Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F Moeloek pada acara perigantan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang digelar di Kantor Kemenkes RI pada Kamis (31/5).

Penghargaan Pastika Parama diberikan menkes kepada 11 kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati dan walikota yang memiliki kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta melaksanakannya dengan baik dan konsisten.

Saat menerima penghargaan tersebut, Pj. Sekkab Akmal Abdul Nasir didampingin kepala Dinas Kesehatan Paijo, S.K. M.M.Kes., serta Kabid Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Suhendrawati, S.K.M, M.P.

"Alhamdulillah Lambar meraih pengharggan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan. Di Indonesia hanya 11 kepala daerah baik gubernur, bupati dan walikota yang menerima penghargaan itu,"ujar Akmal kemarin.

"Untuk Provinsi Lampung, hanya tiga kabupaten yang meraih pengharggaan Pastika Parama yaitu Kabupaten Lambar, Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tulang Bawang Barat,"imbuhnya

Dengan diterimanya penghargaan bergensi dari Menkes tersebut. Akmal berharap kedepan seluruh stakeholder terkait, dan masyarakat dapat betul - betul menerapkan Perda KTR sehingga dampak penyamkit yang akan di timbulkan oleh rokok dan asap rokok dapat dieleminasi sehingga kedepannay generasi muda peneus bangsa dapat hidup sehat, sejahtera berdaya saing dan hebat.

Kedepan, kata dia, pihaknya berharap tidak ada lagi iklan rokok di luar ruang, mini market, jalan protokol, serta untuk menertibakannya diperlukan peran dari Polisi Pamong Praja (Pol PP).

Sekedar diketahui, sampai tahun ini KTR atau area yang dinyatakan bebas dari asap rokok telah diterapkan di 19 provinsi dan 309 kabupaten/kota di Indonesia.

Kebijakan KTR ini diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Kepala Daerah (Perka) dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk rokok, terutama kelompok perokok pasif.

Namun, dari banyaknya kepala daerah yang memiliki kebijakan KTR, tidak semuanya konsisten untuk melaksanakannya. Ada 11 daerah yang dinilai tidak hanya buat kebijakan di seluruh daerahnya, tapi juga melaksanakannya dengan baik dan konsisten.

Untuk mereka dengan implementasi KTR terbaik ini, Menkes memberikan penghargaan Pastika Parama. Ke-11 daerah tersebut, yaitu Provinsi Bali, Provinsi Lampung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Lampung), Kabupaten Pringsewu (Lampung), Kabupaten Lampung Barat (Lampung), Kota Probolinggo (Jawa Timur).

Lalu Kota Lubuklinggau (Sumatera Selatan), Kabupaten Tanah Laut (Kalimantan Selatan), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalimantan Selatan), Kabupaten Bantaeng (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau).