21 Jun 18 13:15 PM

Diskes Lambar Antisipasi Kasus AKI dan AKB Antisipasi dengan Program Penyuluhan

LAMPUNG BARAT- Guna menekan dan mengantisipasi adanya kasus kematian ibu (AKI) dan angka kematian pada bayi (AKB), Dinas Kesehatan Lampung Barat terus melakukan upaya antisipasi. Antara lain pemberian pelatihan bagi kader Posyandu, pelatihan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi terutama bagi ibu dan kader posyandu.

Kemudian ada kegiatan aktif kala III yang disebabkan kala III adalah masa yang sulit. Lalu ada pelatihan aspiksia berat badan lahir rendah, pelatihan kelas ibu hamil, pelacakan gizi buruk dan gizi kurang baik bagi ibu hamil dan balita dan lain sebagainya.

Kabid kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Lambar Agus Darma Putra mendampingi Kadis Paijo mengakui pada tahun 2017, angka kematian ibu (AKI) di Lampung Barat tahun 2017 mencapai 6 kasus. Jumlah itu meningkat sebanyak 4 orang dibanding tahun sebelum 2016 yaitu 2 orang. "Jumlah kasus kematian ibu tahun 2017 mengalami kenaikan," kata dia, Senin (9/4/2018).

Namun jumlah itu lebih rendah jika dibanding dengan indeks angka kematian ibu (AKI) secara nasional. Dimana pada tahun 2017 indeks kematian ibu untuk Lambar mencapai 105 poin sedangkan secara nasional yakni 306 poin.

Agus menjelaskan, pada tahun 2015 kasus kematian ibu terdiri 6 orang dan pada tahun 2016 sebanyak dua orang akan tetapi di 2017 angka kembali naik menjadi 6 orang. "Penyebab kematian ibu, paling banyak adalah karena pendarahan, atonia uteri," kata dia.

Sementara kasus AKB (angka kematian bayi) di Lambar pada tahun 2017 turun yaitu mencapai 9 bayi dengan indeks 1,6. Sedangkan tahun 2016 jumlah AKB mencapai 12 bayi dengan indeks 3,0. Kasus kematian bayi atau AKB Lambar yang jumlahnya mencapai 9 kasus, apabila dibanding dengan target secara nasional yakni 24 kasus maka Lambar juga jauh dibawahnya. Penyebab kematian anak adalah asfiksia dan BBLR. (sumber Lampost)