20 May 18 17:03 PM

BPS Lampung Barat Mengadakan Podes Potensi Desa

Bersama sekdes, bendahara dan petugas podes 2018 pekon kenali kecamatan belalau

Lampung Barat- Rabu, 02 Mei 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Barat mengadakan Podes. Podes merupakan kepanjangan dari Potensi Desa. Menurut salah satu staff BPS bernama Ajeng Roro Pangestu, menjelaskan Pendataan potensi ini dilaksanakan pada hari ini (Rabu) sampai dengan 31 Mei, lebih jelasnya yaitu tanggal 2-31 Mei 2018 mendatang. Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Barat menurunkan petugas lapangan untuk daerah lampung barat sebanyak 22 pencacah , 8 pengawas dan 1 pengawas kabupaten . Jadi di total keseluruhan petugas untuk daerah Lampung banyak sebanyak 31 petugas podes yang sudah dilatih sedangkan untuk daerah Pesisir Barat ada sebanyak 18 pencacah, 6 pengawas dan 1 pengawas kabupaten jadi di total untuk petuagas daerah Pesisir Barat sebanyak 25 petugas yang sudah di latih. Jika ditotal keseluruhan untuk daerah Lampung Barat dan Pesisir Barat yaitu     31 petugas + 25 petugas= 56 petugas lapangan yang akan disebar untuk melakukan pendataan podes (Potensi Desa) dari wilayah Lampung Barat dan Pesisir Barat.

Kepala BPS Kab. Lampung Barat Amiruddin, S.Si, M.M menjelaskan bahwa Podes 2018 ini menjadi tolak ukur pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk melihat, sudah sejauh mana perkembangan dan percepatan pembangunan yang sudah dilaksanakan selama ini, baik dengan adanya kucuran dana desa maupun sumber dana lainnya yang diterima desa/pekon.

Pendataan PODES 2018 ini, diharapakan menghasilkan data yang akurat dan berkualitas tentunya sangat tergantung dari pemberi informasi (stakeholder) baik di tingkat pekon/kelurahan, kecamatan maupun kabupaten dengan memberikan data yang sebenar-benarnya.

Selain itu juga Amiruddin mengucapkan terimakasih yang tak hingga kepada semua pihak terutama Bapak Bupati Lampung Barat dan Bapak Bupati Pesisir Barat yang sudah memberikan bantuan kepada BPS berupa surat Dukungan Bupati untuk mensukseskan pelaksanaan PODES 2018 yang sudah terdistribusi sampai tingkat kecamatan dan pekon di Lampung Barat dan Pesisir Barat, Alhamdulillah kami dapat kabar tanggal 23 April kemaren surat dukungan Bupati sebagian besar sudah sampai di pekon-pekon, dengan diperkuat surat dukungan dari Kemendagri, Gubernur Lampung, Bupati Lampung Barat dan Bupati Pesisir Barat mempermudah petugas kami dalam melakukan pengumpulaan data di Lapangan, pungkas Amiruddin.

Selain itu juga, Yasir Wijaya, S.Si, M.Si kasie Statistik Sosial BPS Lampung Barat menerangkan bahwa data PODES merupakan sumber data tematik berbasis wilayah yang satu-satunya dimiliki pemerintah saat ini. Dengan data PODES banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh, baik informasi terkait kondisi infrastruktur desa, potensi ekonomi dan sosial, potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam, serta informasi lain yang ada di pekon termasuk juga dengan pemetaan potensi-produk unggulan lokal yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha atau BUMP kedepannya.

Dari data Podes 2018 akan dihasilkan beberapa Indikator strategis seperti Indeks Kemajuan Desa, Indeks Desa Membangun, Indeks Kesulitan Geografis, Indeks Pembangunan Desa dan beberapa indikator penting lainnya yang digunakan pemerintah dalam melakukan pengukuran dan perhitungan dalam mengambil suatu kebijakan. Melihat manfaat data Podes, pemerintah daerah dalam hal ini sangat berkepentingan menunggu hasilnya dengan data yang akurat dan berkualitas, sehingga dapat menjadi rujukan dalam perencanaan untuk membangun Kabupaten dari desa-desa atau pekon/kelurahan.

Dua Kabupaten sekaligus yang menjadi tanggung jawab BPS Kab. Lampung Barat untuk dilakukan pengumpulan data Podes 2018 yaitu Lampung Barat dan Pesisir Barat. Dimana, terdapat 136 Pekon/Kelurahan,15 Kecamatan untuk Kabupaten Lampung Barat dan 118 Pekon/kelurahan serta 11 Kecamatan untuk Kabupaten Pesisir Barat yang akan di data serentak dari tanggal 2-31 Mei 2018, ujar Yasir. Selain itu juga petugas Podes 2018 sebelum turun lapangan sudah dibekali dengan konsep dan definisi yang diperoleh pada saat mengikuti Pelatihan beberapa hari lalu (15-18 April 2018) nantinya juga petugas akan langsung melakukan perekaman geolocation atau koordinat dimana kantor pekon/kelurahan berada atau tempat pelayanan pemerintah pekon/kelurahan terhadap masyarakat yang langsung di upload secara online, pungkas Yasir.

(Hestina Kominfo)